-->

Contoh Puisi dan Drama Musikal Mengenag Gempa Tsunami dan Likuifaksi Palu 28 September 218

Mengenang Gempa, tsunami dan Likuifaksi              
Palu 28 September 2018

Mengenang kejadian bencana Alam Palu, Sigi dan Donggala di Sulawesi tenggah, pada pentas ini akan di suguhkan kejadian 28 September 2018. Saat terjadi gempa, Stunami dan leukifissai, kejadian ini lebih seribu jiwa menjadai korban, pengunsi dimanan-mana. Tim relawan berdatangan dari semua instatsi dan lembaga para negara sahabat turut dalam tim kerelawanan dan tragedi ini akan jadi pembelajaran untuk kita semua dan doa kami pada Sulawesi Tengah agar BANGGIT dan kuat dalam ujian yang diberikan #palukuat #palubangkit


Persembahan Anak Juara (P3A) Rappolaking Makassar 12/25/2018

DRAMA MUSIKAL








Hasil gambar untuk donasi palu rumah zakat
Mengenang Gempa, tsunami dan Likuifaksi                                    Palu 28 September 2018
Pemain :
Persembahan Anak Juara
12/25/2018
Mengenang kejadian bencana Alam Palu, Sigi dan Donggala di Sulawesi tenggah, pada pentas ini akan di suguhkan kejadian 28 September 2018. Saat terjadi gempa, Stunami dan leukifissai, kejadian ini lebih seribu jiwa menjadai korban, pengunsi dimanan-mana. Tim relawan berdatangan dari semua instatsi dan lembaga para negara sahabat turut dalam tim kerelawanan dan tragedi ini akan jadi pembelajaran untuk kita semua dan doa kami pada Sulawesi Tengah agar BANGGIT dan kuat dalam ujian yang diberikan #palukuat #palubangkit





(Suara Part 1)
Ø Palu, Palu merupakan salah satu dari, 34 Provinsi di Indonesia, yang terletak di Sulawesi Tenggah yang beribukota di Kota Palu, dan terkenal dengan Mutiara Katulistiwa.
Masih ingatkah? Kejadian sebulanlalu.
Tepatnya Jumat 28 September 2018,
Yahhh… Waktu itu Gempa, Stunami dan Likuifaksi yang sangat Dahsayat Meluluh lantahkan semua kehidupan yang ada di dalamnya, hingga menewaskan seribu lebih korban jiwa, dan mereka adalah bagian dari saudara-saudara kita yang ada di Indonesia.

(suara part2)
Ø Pada sore itu surya hampir tenggelam di pantai telise Donggala, dua puluh delapan September dua ribu delapan belas. Layaknya hari-hari bias aaktifitas di sore itu
seorang ibu menyapu halaman rumah, anak-anak bermain antara satu dengan yang lainnya, bebrapa orang berolah raga, sebagian lagi bersiap-siap menuju kepantai, para nelayang ada pergi dan pulang dari melaut, mejelang magrib anak-anak siap menuju kemasjid untuk mengaji, saat suara azan berkumandan dimerana-menara masjid …..Allahuakbar (suara part 3)
Jeda
  
Part 4
Ø Hal yang tak disangka itu terjadi ditempat kami, guncangan yang mengombang ambingkan semua kehidupan, semua orang kebigunang, takut dan berlarian. Meyelamatkan diri terikan dimana-mana TOLONGG… TOLONGG AIR NAIK, AIR NAIK Gempaaa Gempaaa… Ya Allah Tolonggg
Jedaa
Ø Akhirnya di sore itu suara gemuruh air terdengar seperti petir.
(Gempaaa Tolongg kamiii, Stunami datanggg) suara teriakan orang-orang
Tanah bergerak bagaikan ombak meneggelamkan rumah-rumah. 
Semua orang berlarian menuju tempat yang lebih tinggi.
Ø Namun tak semua orang bias selamat, air meluap seakan marah, tanah terbelah, rumah rata dengan tanah, jembatan kuning terpisah dan masjid Apung hamper tenggelam akibat dahsyatnya bumi beronta.
  
(Part 5)
Ø Kini semua telah hancurdan rata. Tidak ada siapa-siapa lagi, aku sendiri, kini aku takut dan hanya menagis, aku mencari ibu, ayah dan saudaraku. Diamankah mereka? Namun aku tak dapat menemukannyaa
Ø Banyak orang yang tergeletak di berbagai tempat
Ø Aku mencari dan terus mencari disemua tempat, namun hanya jasad yang kutemui, teriakan orang-orang mecari ayah, ibu dan anak saudaranya terdengar dimana-mana
Ø Tapiii yang kudapat hanyalah reruntuhan, kuberjalan kudapati meraka di bawah rerintuhan ayah… ibu…. Adikkuuu…
Ø Disaat itu tim evakuasi datang, korban yang selamat di unsikan ketempat yang aman, pengunsi dimana-mana banyak dari tim evakuasi menyelamatkan jenazah untuk bias dimakamkan.
Ø Namun tak semua dari mereka yang dapat menemukan anggota kelurganya dan kini aku sendiri tiada ayah dan ibu dan keluarga. di tengah puing-puing bangunan rumah yang hamcur di tengah-tengah kelimpahan mayat aku menatap kedepan 
a    Adaapa? 
      Apa yang terjadi di palu Sulawesi tengah? 
   Palu mutiara khatulistiwa 
    kini tak seindah dulu, 
   palu yang indah kini berserakan serpihan puing-puing bagunan.
Ø (suaraPusi 3 ) Ibuuibuuibuusuarateriakananak

Part 6
Ø Ada apa?.
 Entahapa yang terjadi? 
 Mengapa harus paluku? 
  Mengapa harus aku? 
 Mengapa harus keluargaku? 
 Mengapa harus teman-temanku? 
  Mengapaharus kami?
Ø Tuhan mungkinkah ini ujianMu? 
 Ujian kami untuk lebih dekat denganMu? 
 Mungkinkah ini pula amarahMu? 
 peringatanMu tak pernah kami hiraukan, kami hanya menyakitiMu? 
 Kami hanya lalai, lalai pada semestaMu, 
  lalai pada kitab Mu. 
 Ampunilah kami Ampunilah kami, semoga semua ini menjadi pelajaran untuk kita semua.
ALLAHUMMA FIRLAHU WARHAMMU WAAFINI WA’FUANNHU
ALLAHUMMA FIRLAHA WARHAMHA WAAFINI WA’FUANHA
Ø Rabbifirliwaliwalidayawarhamhumakamarabbayanisagira
Ya Allah ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangi kami sewaktu kecil.
Amin yarabbilalamin

(Part 7 Dstutuk video)

KAMI AKAN BANGKIT SEPERTI ACEH DAN YANG LAINNYA
MUSIBAH INI ADALAH ANUGRAH YANG ALLAH TELAH RENCANAKAN DAN KAMI YAKIN TAK ADA BENCANA MELEBIHI BATAS KAMI, SEBAB MATAHARI PASTI AKAN BERSINAR DI PAGI HARI KARENA PALU, DONGGALA, SIGI BANGKITTTT




0 Response to "Contoh Puisi dan Drama Musikal Mengenag Gempa Tsunami dan Likuifaksi Palu 28 September 218"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel