MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM ( PEMERINTAHAN PADA MASA USMAN BIN AFFAN)
TUGAS MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM
DISUSUN OLEH : KELOMPOK IV
1. RISNAWATI
2. ST.NURBAYA
3. RISKA PUTRI MERDEKAWATI
4. wahyudiana
SAINS BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN
TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2013
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb.
Segala puji atas
kebesaran Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta dalam suatu keteraturan
hingga dari lisan terpecik sejuta rasa syukur kehadirat Alllah SWT. Karena atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga kami diberikan kekuatan dan kesempatan
menyelesaikan makalah"Sejarah Peradaban Islam” terlaksana dengan baik.
Salawat dan Salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang
diutus ke permukaan bumi ini menuntun manusia dari lembah kebiadaban menuju ke puncak peradaban seperti sekarang
ini.
penulis menyadari
sepenuhnya, dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari tantangan dan
hambatan. Namun berkat kerja keras dan motivasi dari pihak-pihak langsung
maupun dari pihak tidak langsung yang memperlancar jalannya penyusun laporani.
Olehnya itu, secara mendalam penulis menyampaikan banyak terimah kasih atas
bantuan dan motivasi yang diberikan sehingga Penyusun dapat menyelesaikan
makalah ini.
Akhirnya dengan
segala kerendahan hati kami menyadari bahwa hanya kepada Allah SWT jualah kami
menyerahkan segalanya. Semoga kita semua mendapat curahan rahmat dan rhido
dari-Nya, serta bermanfaat bagi penulis dan bagi semua yang membacanya. Amin.
Wassalamualaikum.wr.wb
Makassar, April
2013
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman sampul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A.
Latar Belakang
B.
Rumusan Masalah
c.
Tujuan
Bab II Pembahasan
Bab III Penutup
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Banyak apa yang kita ketahui adalah apa yang kita dengar dan
kita lihat. Dari banyaknya kita
mendengar, maka banyak pula kita akan mengetahui isi dunia. Kita mengetahui
suatu hal pastinya ada seseorang yang memberitahu baik dengan cara apapun,
bercerita, membaca karya seseorang, melihat dan lain sebagainya. Akan menjadi
sebuah pelajaran yang sangat berharga dan bahkan tak ternilai harganya apabila
kita mempelajari sebuah sejarah. Karena dari sejarah itu kita akan mendapatkan berbagai
informasi yang bisa memotifasi kita dalam berjuang dalam kehidupan.
Ir. Soekarno juga mengingatkan kepada kita dengan wejangan “
JAS MERAH” Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Dari sejarah pula kita
mengetahi akibat-akibat yang timbul dari suatu perbuatan baik perbuatan itu
buruk atau baik. Terutama kita sebagai mahluk yang hidup setelah para mahluk
yang terdahulu, tentunya sangat memerlukan pengetahuan tentang mereka yang
telah sukses dalam kehidupannya. Mereka adalah cermin bagi kita untuk panutan umat
selanjutnya.
Kholafaur Rosidin adalah para sahabat nabi yang setia
mendampingi perjuangan Nabi, mereka menggantikan perjuangan dengan tetap
memegang ajaran Nabi Muhammad SAW. Terkhususkan pada makalah ini Kholifah
Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, Pada masa itu mereka mengembangkan
peradaban sebagai bentuk kemajuan agama islam yang telah dikembangkan kholifah
sebelumnya yaitu Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Maka kita sebagai umat yang
hidup setelah mereka akan mendapatkan jalan lurus apabila mengikuti
perjalannya.
B.
Rumusan Masalah
1. Siapakah Ustman bin Affan itu?
2. Bagaimana peran Ustman bin affan pada masa kekholifahannya?
3. Apa saja ibrah yang dapat kita ambil dari kholifah Ustman bin affan?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui biografi Kholifah
Ustman bin affan.
2. Untuk mengetahui kontribusi
pada masa kekholifahan Ustman bin affan.
3. Untuk mengetahui Ibrah-ibrah yang dapat kita ambil dari sosok kholifah
Ustma bin affan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kholifah Ustman Bin Affan
Setelah Umar wafat karena ditikam oleh Abu Lu’luah, maka
estafet kepemimpinannya akhirnya dilanjutkan oleh Ustman bin affan. Namun kali
ini system pengangkatan utsman berbeda dengan pada masa Umar atau bakar. Utsman
bin affan tidak diangkat melalui system penujukan atau wasiat , melainkan oleh
dewan formatur yang terdiri dari lima dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar
sebelum beliau meninggal dunia. Penunjukan tersebut tidak berdasarkan
perwakilan golongan, tetapi atas dasar pertimbangan kualitas pribadi masing masing,
yakni karena mereka menurut nabi adalah calon calon penghuni surga. Hingga
akhirnya Utsmanlah yang dipilih menggantikan Umar bin Khottob sebagai kholifah
yang ketiga.
Utsman bin affan
dikenal sebagai seorang pemimpin yang familier dan humanis. Namun gaya
kepimimpinan yang familier berdampak kurang baik, yaitu munculnya nepotisme
dalam pemerintahan Ustman, sebab Utsman kemudian banyak mengangkat
pejabat-pejabat Negara dari kerabatnya sendiri dan kurang mengkomodir pejabat
di luar kerabat beliau. Inilah yang kemudian menyebabkan munculnya kerusuhan
dan pergolakan pemerintahannya. Pada kekholifahan Utsman banyak sebagian umat
menganggap pejabat yang diangkat oleh utsman bertindak tidak adil dan dholim,
sehingga mereka meminta kepada Utsman agar mengganti pejabatnya tersebut.
Mereka adalah penduduk mesir, kufah dan basrah yang sepakat pergi ke madinah
untuk meminta secara langsung pencabutan pejabat yang diangkatnya atau
mengundurkan diri dari kekholifahan, tetapi Utsman menolaknya. Atas penolakan
tersbeut mereka berdemo dan mengepug rumah beliau. Sebagian dari mereka
menyusup kedalam rumah dan membunuh Utsman yang sedang membaca Al-Qur’an
bertepatan beliau sedang berpuasa.
1. Proses
Pemilihan Kholifah Utsman
Setelah ditikam oleh abu Lu’luah dan merasa dirinya akan
meninggal dunia, maka Umar bin Khottob memilih tujuh orang yang terdiri dari
enam orang yaitu Ali bin abi thalib, utsman bin affan, Sa’at bin abi Waqosh,
Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwan dan tholhah bin Ubaidillah. Keenam orang
tersebut memiliki kewajiban memilih dan berhak untuk dipilih, dan satu orang
yang hanya berhak memilih yaitu putra beliau sendiri Abdullah bin Umar.Setelah
Umar wafat, maka mereka segera berunding untuk membahas siapa yang akan
meneruskan tongkat estafet kepemimpinan (kekholifahan). Ketika itu ada
pemikiran dari abdurrahmanbin auf agar mereka dengan suka rela mengundurkan
diri dan memberikan kesempatan kepada orang yang benar-benar paling memenuhi
persyaratan untuk dipilih sebagai kholifah. Tetapi rupanya usul tersebut tidak
berhasil, dan ternyata tidak ada satupun yang mau mengundurkan diri. Kemudian
Abdurrahman bin Auf mengundurkan diri, tetapi yang lain enggan mengundurkan
diri.
Ketika itu sempat terjadi oksi dukung mendukung antara
kelompok Ali da kelompok Utsman. Namun akhirnya, Utsman bin Affan terpilih
menjadi kholifah mengantikan Umar bin Khottob. Dalam pengankatan Utsman tampak
bahwa musyawaroh itu dilaksanakan oleh tokoh-tokoh senior (tim formatur) tetapi
terkesan tidak ada peluang untuk berbeda pendapat, sebagaimana yang pernah
diwariskan oleh Umar bin Khattab, karena khawatir terjadi keributan.
Setelah
disepakati bersama, mereka membai’at Utsman dan diikuti oleh umat islam. Pada
saat pembaiatan telah selesai, Utsman berpidato di depan kaum muslimin diantara
pidatonya adalah:
“
Alhamdulillah, wahai para manusia bertaqwalah kalian kepada allah!,
sesungguhnya dunia yang telah diberitahukan kepada kita oleh Allah bahwa ia
hanyalah permainan, hiburan,penghias, keangkuhan diantara kalian dan
memperbanyak harta dan anak. Seperti hujan lebat yang membuat orang kafir
terlena kepada tumbuhan yang tumbuh dan dikemudian hari berubah menguning dan
hancur (membusuk), di akhirat nanti ada tiga hal, siksa Allah yang sangat
pedih, pengampunan dan ridhoNya. Tiada kehidupan dunia kecuali hanyalah
kenikmatan yang menipu, hamba yang paling baik adalah orang yang menyerah dan
menyandarkan diri pada Allah dan kitabNya waktu di dunia”.
2. Gaya kepemimpinan
Utsman bin affan dikenal sebagai seorang pemimpin yang
familier dan mhumanis. Namun gaya kepimimpinan yang familier berdampak kurang
baik, yaitu munculnya nepotisme dalam pemerintahan Ustman, sebab Utsman
kemudian banyak mengangkat pejabat-pejabat Negara dari kerabatnya sendiri dan
kurang mengkomodir pejabat di luar kerabat beliau. Inilah yang kemudian
menyebabkan munculnya kerusuhan dan pergolakan pemerintahannya. Namun demikian,
semasa kepemimpinannya Kholifah Utsman berhasil mengkodifikasikan mushaf
Al-Qur’an yang merupakan salah satu keberhasilan yang luar bisa.
3. Ekspansi Daerah Kekuasaan
Utsman bin Affan Menjabat sebagai khalifah semenjak 23-35 H
atau 644-656 Masehi. Ia merupakan khalifah yang memerintah terlama, yaitu 12
tahun. Dari segi politik, pada masa pemerintahannya ia banyak melakukan
perluasan daerah islam dan merupakan khalifah yang paling banyak melakukan
perluasan. Hal ini sebanding dengan lamanya ia menjabat sebagai khalifah. Pada
masanya, Islam telah berkembang pada seluruh daerah Persia, Tebristan,
Azerbizan dan Armenia. Pesatnya perkembangan wilayah Islam didasarkan karena
tingginya semangat dakwah menyebarkan agama Islam. Selain itu, sikap para
pendakwah Islam yang santun dan adil membuat Islam mudah untuk diterima para
penduduk wilayah-wilayah tersebut.
Selain
banyak melakukan perluasan daerah, dari segi politik, Utsman adalah khalifah
pertama yang membangun angkatan laut. Alasan pembuatan angkatan laut tersebut
masih berhubungan dengan keinginan untuk memperluas daerah Islam. Karena untuk
mencapai daerah-daerah yang akan ditaklukkan harus melalui perairan, Utsman
berinisiatif untuk membentuk angkatan laut. Selain itu, pada saat itu banyak
terjadi serangan-serangan dari laut Hal ini semakin memperkuat alasan Utsman
untuk membentuk angkatan laut dan Utsman memberkan kepercayaan tersebut kepada
Muawiyah bin Abi Sofyan.
4.
Perekonomian
Dari segi ekonomi, yaitu tentang pelaksanaan baitul maal,
Ustman hanya melanjutkan pelaksanaan yang telah dilakukan pada masa sebelumnya,
yaitu Abu Bakar dan Umar. Namun, pada masa Utsman, Ia dianggap telah melakukan
korupsi karena terlalu banyak mengambil uang dari baitul maal untuk diberikan
kepada kerabat-kerabatnya. Padahal, tujuan dari pemberian uang tersebut karena
Utsman ingin menjaga tali silaturahim. Selain itu, disamping dari segi baitul
maal, Utsman juga meningkatkan pertanian.Ia memerintahkan untuk menggunakan
lahan-lahan yang tak terpakai sebagai lahan pertanian.
Dari segi pajak, Utsman, sama seperti dari segi baitul maal,
melanjutkan perpajakan yang telah ada pada masa Umar. Namun sayangnya, pada
masa Utsman pemberlakuan pajak tidak berjalan baik sebagaimana ketika masa
Umar. Pada masa Utsman, demi memperlancar ekonomi dalam hal perdagangan, ia
banyak melakukan perbaikan fasilitas, seperti perbaikan jalan-jalan dan
sebagainya.
5.Sosial
budaya dan pendidikan
Dari dimensi sosial budaya, ilmu pengetahuan berkembang
dengan baik. Pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan erat kaitannya
dengan perluasan wilayah Islam.
Dengan adanya perluasan wilayah, maka banyak
para sahabat yang mendatangi wilayah tersebut dengan tujuan mengajarkan agama
Islam.Selain itu, adanya pertukaran pemikiran antara penduduk asli dengan para
sahabat juga menjadikan ilmu pengetahuan berkembang dengan baik.Dari segi
sosial budaya, Utsman juga membangun mahkamah peradilan.Hal ini merupakan
sebuah terobosan, karena sebelumnya peradilan dilakukan di mesjid.Utsman juga
melakukan penyeragaman bacaan Al Qur’an juga perluasan Mesjid Haram dan Mesjid
Nabawi.
Penyeragaman bacaan dilakukan karena pada masa Rasulullah
Saw, Beliau memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab untuk membaca
dan menghafalkan Al Qur’an menurut lahjah (dialek) masing-masing. Seiring
bertambahnya wilayah Islam, dan banyaknya bangsa-bangsa yang memeluk agama
Islam, pembacaan pun menjadi semakin bervariasi.
Akhirnya
sahabat Huzaifah bin Yaman mengusulkan kepada Utsman untuk menyeragamkan
bacaan. Utsman pun lalu membentuk panitia yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit
untuk menyalin mushaf yang disimpan oleh Hafsah dan menyeragamkan bacaan
Qur’an. Perluasan Mesjid Haram dan Mesjid Nabawi sendiri dilakukan karena
semakin bertambah banyaknya umat muslim yang melaksanakan haji setiap tahunnya.
6.
Akhir Kekholifahan
Para pencatat sejarah membagi masa pemerintahan Utsman
menjadi dua periode, enam tahun pertama merupakan masa pemerintahan yang baik
dan enam tahun terakhir adalah merupakan masa pemerintahan yang buruk. Pada
akhir pemerintahan Utsman, terjadi banyak konflik, seperti tuduhan nepotisme
dan tuduhan pemborosan uang Negara.Tuduhan pemborosan uang Negara karena Utsman
dianggap terlalu boros mengambil uang baitul maal untuk diberikan kepada
kerabatnya, dan tuduhan nepotisme karena Utsman dianggap mengangkat
pejabat-pejabat yang merupakan kerabatnya.Padahal tuduhan ini terbukti tidak
benar karena tidak semuanya pejabat yang diangkat merupakan kerabatnya. Selain
itu, meski kerabatnya sendiri, jika pejabat tersebut melakukan kesalahan, maka
Utsman tidak segan-segan untuk menghukum dan memecatnya.
Sayangnya, tuduhan nepotisme itu terlalu kuat. Sehingga
banyak yang beranggapan bahwa Utsman melakukan nepotisme. Hal ini diperkuat
dengan adanya golongan Syiah, yaitu golongan yang sangat fanatik terhadap Ali
dan berharap Ali yang menjadi khalifah, bukan Utsman. Fitnah yang terus melanda
Utsman inilah yang memicu kekacauan dan akhirnya menyebabkan Utsman terbunuh di
rumahnya setelah dimasuki oleh sekelompok orang yang berdemonstrasi di depan
rumahnya. Setelah meninggalnya Utsman, Ali lalu ditunjuk menjadi penggantinya
untuk mencegah kekacauan yang lebih lanjut.
7.Terbunuhnya
Kholifah Utsman
Utsman bin Affan terbunuh di rumahnya sendiri pada saat
penduduk mesir dan kuffah beranggapan bahwa Utsman telah melakukan nepotisme dan didukungnya golongan yang
fanatik terhadap Ali bin Abi Thalib dan berharap Ali yang menjadi kholifah.
Anggapan tersebut muncul dari seorang berdarah yahudi yang bernama Abdullah bin
Saba’, hingga akhirnya mereka pergi ke Madinah untuk meminta Utsaman memecat
pejabat yang dianggap menyeleweng atau mengundurkan diri dari kekholifahan,
tetapi permitaan itu ditolak oleh Utsman.
Penolakan
tersebut mengakibatkan konflik yang sangat besar. Mereka mengepung rumah Utsman
dan menyusup kedalam. Utsman yang saat itu sedang membaca Al-Qur’an dan
berpuasa dibunuh oleh Hamron bin Sudan As Syaqy yang kemudian membuka pintu perpecahan
antara kaum muslimin.
BAB III
PENUTUP
Dari sejarah peradaban pada masa kholifah Utsman di
atas, kita melihat berbagai pengetahuan tentang bagaimana agama islam
berkembang pada masa itu. Ada berbagai perkembangan yang ada pada saat itu,
diantaranya perkembangan dari segi ekonomi, politik, pendidikan, dan lain
sebagainya. Khoifah utsman bin affan juga memiliki gaya kepemimpinan yang
tersendiri, hal itu sesuai dengan karakter dan pendirian beliau
Pada
masa itu juga terjadi berbagai peristiwa yang menjadi sebuah sejarah penting
bagi umat setelahnya sebagai pelajaran yang berharga. Dari berbagai peristiwa
itu kholifah utsman bin affan menyikapi
dengan penuh ikhlas dan perjuangan. Walaupun hingga akhirnya beliau terbunuh
karena agama Allah.
DAFTAR PUSTAKA
Zainudin
Muhadi, Abd. Mustaqim, Studi kepemimpinan Islam, Semarang, Toha putra,
2008.
Abdul
Jabar Umar, khulasotun Nuril Yaqin juz 3, Surabaya, Maktabah Al Hikmah,
1965.
Santoso
Agus, Modul Hikamah SKI kelas XII semester ganjil, Sragen, Akik Pusaka,
2009.
Abdurrahman
Dudung, Sejarah Peradaban Islam, Yogyakarta: Lesfi, 2009
Hj.Shafiah,
Ittihad Jurnal Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Oktober 2008.
0 Response to "MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM ( PEMERINTAHAN PADA MASA USMAN BIN AFFAN)"
Posting Komentar