-->

Laporan Tentang Populasi


 BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Populasi berasal dari bahasa Latin yaitu populus=rakyat, berarti penduduk. Populasi dari suatu Negara itu dimaksudkan adalah penduduk dari Negara tersebut. Di dalam pelajaran ekologi yang dimaksudkan dengan populasi adalah sekelompok individu yang sejenis. Jadi dapat dikatakan bahwa populasi merupakan kelompok kolektif organisme-organisme dari jenis yang sama yang menduduki ruang atau tempat yang terbuka, dan memiliki berbagai ciri atau sifat yang khas di dalam kelompok itu. Setiap individu melakukan proses hidup yang masing-masing berjalan terpisah dan berbeda untuk setiap individu.[1]
Ukuran  populasi  umumnya  bervariasi  dari waktu,  biasanya mengikuti  dua pola. Beberapa  populasi  mempertahankan  ukuran  poulasi mempertahankan ukuran populasi yang relatif konstan sedangkan pupolasi lain berfluktuasi cukup besar. Perhitungan populasi baik untuk hewan ataupun  tumbuhan dapat dilakukan dengan  dua  cara  yaitu  dengan  cara  langsung  dan  tidak  langsung  dengan memperkirakan besarnya populasi  yang akan dihitung.[2]

B.       Tujuan
Adapun tujuan pada praktikum ini yaitu mahasiswa mampu menerapkan metode CMRR (Capture-Mark-Release-Recapture Method) untuk memperkirakan jumlah/cacah populasi kacang koro dan membandingkan hasil estimasi dengan rumus Schumacer-Eschemeyer.

C.       Manfaat
Adapun manfaat pada praktikum ini yaitu mahasiswa mampu menerapkan metode CMRR (Capture-Mark-Release-Recapture Method) untuk memperkirakan jumlah/cacah populasi kacang koro dan membandingkan hasil estimasi dengan rumus Schumacer-Eschemeyer.
  
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Di alam persaingan yang dilakukan oleh tumbuhan dapat terjadi antara individu-individu dari satu jenis yang sama (intra spesifik) atau individu-individu dari jenis yang berbeda (interspesifik). Persaingan ini terjadi dikarenakan individu-individu tersebut mempunyai kebutuhan yang sama terhadap faktor-faktor tertentu yang tidak tersedia dalam jumlah yang cukup di dalam lingkungannya seperti makanan, tempat hidup, chaya, oksigen, air dan lain-lain. Akibat dari persaingan ini kedua belah pihak akan saling mempengaruhi laju pertumbuhannya dan akan menurunkan produksi yang dihasilkannya.[3]
Pada kasus yang luar biasa mungkin bisa menentukan ukuran dan kepadatan populasi dengan menghitung langsung seluruh individu yang ada di dalam batas suatu populasi. Misalnya, kita dapat menghitung jumlah bintang laut dalam kolam yang pasang. Kelompok mamalia besar seperti kerbau atau gajah, kadang-kadang dpat dihitung secara tepat dari dari pesawat udara. Akan tetapi, pada sebagian kasus, tidak praktis atau bahkan tidak mungkin untuk menghitung seua individu yang berada dalam suatu populasi. Malahan, para ahli ekologi seringkali menggunakan berbagai macam teknik pengambilan contoh atau sampel untuk menaksir kepadatan dan ukuran total populasi. Sebagai contoh para ahli bisa menaksir jumlah alligator di Florida Everglade dengan cara menghitung individu yang terdapat dalam beberapa bidang tanah (plot) yang mewakili dengan ukuran yang sesuai. Taksiran seperti itu lebih tepat jika menggunakan sampel bidang tanah yang lebih banyak dan lebih besar dan saat habitat homogeni.[4]
Kepadatan populasi suatu jenis atau kelompok  hewan dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah atau biomassa perunit. Atau persatuan luas atau persatuan volume. Kepadatan populasi sangat penting diukur untuk menghitung produktifitas, tetapi untuk membandingkan suatu komunitas dengan komunitas lain. Keberadaan dan kepadatan popuasi suatu jenis hewan bergantung dari faktor lingkungan yaitu faktor biotik dan faktor abiotik. Faktor biotik bagi hewan itu sendiri yaitu lingkungan dan organisme lain yang terdapat di habitatnya  seperti mikroflora, tumbuh-tumbuhan dan jenis hewan lainnya. Pada komunitas itu jenis-jenis organisme saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi itu dapat berupa predasi, parasit, kompetensi, simbiosis dan interaksi yang lainnya.[5]
Interaksi antara populasi merupakan interaksi yang terjadi antara populasi-populasi dari berbagai spesies yang berbeda yang hidup bersama dalam suatu komunitas. Dapat dikatakan bahwa populasi dari berbagai spesies berbeda yang terdapat dalam suatu komunitas yang hidup berdampingan satu sama lain. Beberapa ciri statistik penting pada populasi adalah kerapatan, natalitas, mortalitas, sebaran umur, potensi biotik, pancaran dan bentuk pertumbuhan. Di samping itu populasi itu juga memiliki karakteristik genetik yang langsung berhubungan dengan egologinya, adalah keadaptifan, ketegaran reproduktif, dan persistensi meninggalkan keturunan dalam waktu yang lama.[6]
Di luar watak populasi dan anggota-anggotanya itu adalah sifat-sifat kebersamaan seperti laju kematian dan laju kelahiran, kemampuan bertahan hidup dan umur. Pada dasarnya populasi-populasi memperlihatkan secara unik sifat-sifat kolektif itu, hingga para ahli ekologi itu memusatkan studinya kepada definisi, asal usul, keberadaan, kelimpahan, penyebaran, perilaku dan interaksi-interaksi spesies.  Keanekaragaman jenis dari seluruh jumlah jenis di dalam komponen tropik atau dalam suatu komunitas secara keseluruhan ditentukan oleh jenis yang jarang, dominan, atau umum. Untuk mengetahui keanekaragaman suatu organisme maka kita harus mengetahui kemelimpahan suatu individu, kemelimpahan dapat di ketahui dengan menggunakan beberapa metode yaitu CMRR (Capture, Mark, Release, dan Recapture), Pit Fall trap, dan Transek.[7]
Perhitungan populasi baik untuk hewan ataupun tumbuhan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara langsung dan tidak langsung dengan memperkirakan besarnya populasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan sifat hewan atau tumbuhan yang akan di hitung. Misalnya, untuk padang rumput dapat digunakan metode kuadrat untuk memperkirakan memperkirakan populasi dengan cara “track count” atau “fecal count”. Untuk hewan yang ralatif mudah ditangkap, misalnya tikus, belalang dapat di perkirakan dengan metode capture-mark-release-recapture (CMRR).[8]
Capture, Mark, Release, Recapture (CMMR) yaitu menandai, melepaskan dan menangkap kembali sampel sebagai metode pengamatan populasi. Merupakan metode yang umumnya dipakai untuk menghitung perkiraan besarnya populasi. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Hal yang pertama dilakukan adalah dengan menentukan tempat yang akan dilakukan estimasi, lalu menghitung dan mengidentifikasinya, dan hasil dapat dibuat dalam sistem daftar. Suatu populasi dapat pula ditafsirkan sebagai suatu kolompok makhuk yang sama spesiesnya dan mendiami suatu ruang khusus pada waktu yang khusus.[9]
Kemelimpahan spesies-spesies dalam ekosistem dipelajari pada tingkat komunitas dan populasi. Komunitas merupakan kumpulan cacah spesies dari berbagai populasi pada tempat dan waktu tertentu. Sedangkan Populasi adalah kumpulan kelompok makhluk yang sama jenis (atau kelompok lain yang individunya mampu bertukar informasi genetik) yang mendiami suatu ruangan khusus, yang memiliki berbagai karakteristik yang walaupun paling baik digambarkan secara statistik, unik sebagai milik kelompok dan bukan karakteristik individu dalam kelompok itu. Hal yang pertama dilakukan adalah dengan menentukan tempat yang akan dilakukan estimasi, lalu menghitung dan mengidentifikasinya dan hasil dapat dibuat dalam sistem daftar. Suatu populasi dapat pula ditafsirkan sebagai suatu kolompok makhuk yang sama spesiesnya dan mendiami suatu ruang khusus pada waktu yang khusus. Metode capture-mark-release-recapture secara sederhana adalah menangkap hewan, menandai, melepaskan, dan menangkap kembali, kadang-kadang ada beberapa hewan yang bersifat suka ditangkap (trap happy) atau susah ditangkap (trapsy).[10]

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.       Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini yaitu sebagai berikut :
Hari/ tanggal        : Selasa/ 29 Mei 2012
Pukul                    : 13.00 – 15.00 WITA
Tempat                 : Laboratorium Botani Lantai I
                               Fakultas Sains dan Teknologi
                               Universitas Islam Negeri Alauddin
                               Makassar, Samata-Gowa.

B.       Alat dan Bahan
1.    Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu toples dan alat tulis.
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan yaitu kancing genetika merah dan hitam.
C.       Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum ini yaitu :
1.      Mengambil segenggam kacang koro merah dari toples, menghitung jumlahnya kemudian mengganti dengan jumlah yang sama dengan kacang koro hitam, memasukkan ke dalam toples. Jumlah kacang koro yang terambil harus sesuai dengan range pengambilan yang telah ditentukan.
2.      Mengocok toples agar kacang koro tercampur dengan homogen.
3.      Mengambil cuplikan kedua dengan cara yang sama, maka mencatat R dalam tabel. Serta mencatat jumlah kacang koro hitam yang terambil kedua sebagai M dalam tabel.
4.      Mengulangi pengambilan seperti di atas sampai 10 kali.
5.      Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan dan menetukan estimasi kacang koro hitam dengan rumus Schumacer-Eschemeyer.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.       Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu :
1.      Metode tangan terbuka
Sampel Ke-
C
M
m
R
1.
13
-
13
-
2.
11
13
1
2
3.
10
14
3
4
4.
13
17
3
4
5.
12
20
6
8
6.
9
26
3
17
7.
5
29
3
24
8.
6
32
3
26
9.
9
35
4
26
10.
8
40
5
32
Jumlah
96
226
44
143

2.      Metode tangan tertutup
Sampel Ke-
C
M
m
R
1.
3
-
3
-
2.
5
3
2
3
3.
4
5
1
3
4.
4
6
-
4
5.
3
6
1
2
6.
2
7
1
1
7.
4
8
1
3
8.
3
9
1
2
9.
5
10
2
3
10.
7
12
3
4
Jumlah
40
66
15
25

B.       Analisis Data
Adapun analisi data pada praktikum ini yaitu :
1.      Metode tangan terbuka
N =
        =
         =
        = 1,06 …… ()
Variasi = 1/( S-1) {}
                   = 1/( 10-1) {}
                  = 1/9 {}
                  = 1/9 {}
                  = 484407,57 …… (b)
Standar Error =
 =
 =
 =
 = 0,02
2.      Metode tangan tertutup
 N =
           =
 =
          = 4,22 …… ()


Variasi = 1/( S-1) {}
              = 1/( 10-1) {}
              = 1/9 {}
              = 1/9 {}
               = 1084,36 …… (b)
Standar Error =
  =
  =
  =
   = 0,17

C.       Pembahasan
Suatu komunitas terdiri dari berbagai kumpulan populasi yang saling berinteraksi satu sama lain. Oleh karena itu dalam komunitas berarti ada keanekaragaman jenis-jenis yang terkumpul membentuk populasi dan saling berinteraksi antar populasi tersebut membentuk komunitas. Sehingga dapat dikatakan bahwa di dalam komunitas salah satu ciri utama adalah adanya keanekaragaman jenis.[11] 
Keanekaragaman jenis dari seluruh jumlah jenis di dalam komponen tropik atau dalam suatu komunitas secara keseluruhan ditentukan oleh jenis yang jarang, dominan, atau umum. Untuk mengetahui keanekaragaman suatu organisme maka kita harus mengetahui kemelimpahan suatu individu, kemelimpahan dapat di ketahui dengan menggunakan metode yaitu CMRR (Capture, Mark, Release, dan Recapture). Metode ini sangat penting dalam ekologi hewan sebab tidak hanya perkiraan kerapatan yang diperoleh tetapi perkiraan laju kelahiran dan laju kematian populasi yang dikaji juga diketahui. Metode CMMR secara sederhana adalah menangkap hewan, menandai, melepaskan dan menangkap kembali. Kadang-kadang ada beberapa hewan yang bersifat suka ditangkap (trap happy) atau susah ditangkap (trap shy).[12]
Dari hasil pengamatan ini data yang diperoleh melaui metode tangan terbuka dengan menggunakan rumus Schumacher-Eschemeyer adalah 1,06, jumlah variansinya 484407,57 dengan standar errornya 0,02. Sedangkan pada metode tangan tertutup dengan menggunakan rumus yang sama data yang diperoleh sebesar 4,22, jumlah variansinya 1084,36 dan standar errornya 0,17. Apabila dilihat dari standar errornya maka kedua metode ini tidak memiliki tingkat kesalahan yang cukup tinggi karena menurut teori bahwa pengambilan suatu data dikatakan benar apabila standar errornya mendekati nol.
Kepadatan populasi sangat penting diukur untuk menghitung produktifitas, tetapi untuk membandingkan suatu komunitas dengan komunitas lain. Keberadaan dan kepadatan popuasi suatu jenis hewan bergantung dari faktor lingkungan yaitu faktor biotik dan faktor abiotik. Faktor biotik bagi hewan itu sendiri yaitu lingkungan dan organisme lain yang terdapat di habitatnya  seperti mikroflora, tumbuh-tumbuhan dan jenis hewan lainnya. Pada komunitas itu jenis-jenis organisme saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi itu dapat berupa predasi, parasit, kompetensi, simbiosis dan interaksi yang lainnya. Interaksi antara populasi merupakan interaksi yang terjadi antara populasi-populasi dari berbagai spesies yang berbeda yang hidup bersama dalam suatu komunitas. Dapat dikatakan bahwa populasi dari berbagai spesies berbeda yang terdapat dalam suatu komunitas yang hidup berdampingan satu sama lain. Pola penyabaran populasi suatu ekosistem dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain natalitas, mortalitas, emigrasi serta imigrasi.
  
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.       Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini yaitu dari hasil pengamatan ini data yang diperoleh melaui metode tangan terbuka dengan menggunakan rumus Schumacher-Eschemeyer adalah 1,06, jumlah variansinya 484407,57 dengan standar errornya 0,02. Sedangkan pada metode tangan tertutup dengan menggunakan rumus yang sama data yang diperoleh sebesar 4,22, jumlah variansinya 1084,36 dan standar errornya 0,17. Apabila dilihat dari standar errornya maka kedua metode ini tidak memiliki tingkat kesalahan yang cukup tinggi karena menurut teori bahwa pengambilan suatu data dikatakan benar apabila standar errornya mendekati nol.

B.       Saran
Adapun saran pada praktikum ini yaitu sebaiknya pada praktikum selanjutnya para praktikan dapat hadir lebih awal sebelum praktikum dimulai sehingga praktikum dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.


[1]Zoer’aini Djamal, Prinsip-Prinsip Ekologi (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), h. 96.
[2]Soetjipta, Dasar-Dasar Ekologi Umum (Yogyakarta: UGM Press, 1992), h. 51.
[3]Bhima Wibawa, “Penuntun Praktikum Ekologi Umum”, http://bhimashraf.blogspot.com/2010/12/penuntun-praktikum-ekologi-umum.html (28 Mei 2012).
[4]Campbell, Biologi Edisis Kelima Jilid ketiga (Jakarta: Erlangga, 2004), h. 334.
[6]Ibid.
[7]Sambas Wirakusumah, Dasar-Dasar Ekologi (Jakarta: UI Press, 2003), h. 25.
[8]John W. Kimball, Biologi (Cet V;  Jakarta: Erlangga, 1994), h. 227.
[9]Nur Hafidin,“Estimasi Besarnya Populasi Penyusun Komunitas dengan Metode Simulasi Kacang Merah”, http://nur-hafidin.blogspot.com/2011/02/laporan-ekologi.html (28 Mei 2012).
[10]John W. Kimball, op.cit., h. 228.
[12]Ibid.







DAFTAR PUSTAKA

Campbell. Biologi Edisis Kelima Jilid ketiga. Jakarta: Erlangga, 2004.
Djamal, Zoer’aini. Prinsip-Prinsip Ekologi. Jakarta: Bumi Aksara, 1992.
Hafidin, Nur.“Estimasi Besarnya Populasi Penyusun Komunitas dengan Metode Simulasi Kacang Merah”, http://nur-hafidin.blogspot.com/2011/02/laporan-ekologi.html (Diakses pada tanggal 28 Mei 2012).

Kimball, John W.. Biologi. Cet V;  Jakarta: Erlangga, 1994.

Soetjipta. Dasar-Dasar Ekologi Umum. Yogyakarta: UGM Press, 1992.

Wirakusumah, Sambas. Dasar-Dasar Ekologi (Jakarta: UI Press, 2003.



0 Response to "Laporan Tentang Populasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel